KUE LEBARANKU
Setiap tamu yang mencicipi kue kering buatanku pasti bertanya resep. Kadang susah menjawabnya karena kue-kue tersebut adalah kue rekaanku. Mengolah bahan yang tersedia sudah menjadi kebiasaanku sejak dulu, Alhamdulillah semua suka. Malah ada yang berminat jadi pelanggan setiap hari raya. Tapi tidak mungkin kupenuhu Karena moment ramadhan dan lebaran bagiku adalah moment berharga yang ingin kulalui bersama keluarga, entahlah jika kelak anak-anak telah jauh dariku.
Sebenarnya resep-resepku abal-abal, sederhana bahkan ada yang tidak memakai telur, gula dan tepung terigu. Kali ini ijinkan aku berbagi rahasia kenapa kue-kue dari bahan sederhana itu disukai para tamu dan tentunya keluarga kecilku:
Terigu dan Margarin
Kebiasaan umum ibu jika belanja, membeli dalam bentuk kiloan dan merk yang sama. Itu tidak berlaku bagiku. Untuk menciptakan rasa yang berbeda pada tiap resep, aku memakai margarin dengan merk yang berbeda. Tepung terigu untuk resep yang satu dengan yang lain juga demikian. Mempermainkan kadar terigu sungguh asy ik. Kue A memakai terigu protein sedang, kue B menggunakan terigu protein rendah. Dan kue C protein tinggi.
Manfaatkan Cemilan Sisa
Umumnya kita menyediakan kurma dan biskuit untuk mengobati kejenuhan menikmati takjil basah atau gorengan dan buah. Tetapi dua bahan ini jarang tereksekusi sampai habis. Tentunya rasa manis pada kurma bisa jadi pengganti gula. Blender atau potong-potong kecil kurma campurkan keadonan kue.
Biskuit yang tersisa bisa menggantikan terigu atau sebagai 'busana' kue. Rasanya tidak kalah dengan terigu.
Kue Renyah
Satu sendok makan maizena pada tiap adonan kue sudah mampu membuat kue renyah. Boleh juga setelah poses mengadon tambahkan satu atau dua sendok makan margarin lalu aduk kembali sampai kalis.
Selamat mencoba.