Jumat, 14 Agustus 2015

KUE LEBARANKU

      Setiap tamu yang mencicipi kue kering buatanku pasti bertanya resep. Kadang susah menjawabnya karena kue-kue tersebut adalah kue rekaanku. Mengolah bahan yang tersedia sudah menjadi kebiasaanku sejak dulu, Alhamdulillah semua suka. Malah ada yang berminat jadi pelanggan setiap hari raya. Tapi tidak mungkin kupenuhu Karena moment ramadhan dan lebaran bagiku adalah moment berharga yang ingin kulalui bersama keluarga, entahlah jika kelak anak-anak telah jauh dariku.
Sebenarnya resep-resepku abal-abal, sederhana bahkan ada yang tidak memakai telur, gula dan tepung terigu. Kali ini ijinkan aku berbagi rahasia kenapa kue-kue dari bahan sederhana itu disukai para tamu dan tentunya keluarga kecilku:

Terigu dan Margarin

     Kebiasaan umum ibu jika belanja, membeli dalam bentuk kiloan dan merk yang sama. Itu tidak berlaku    bagiku. Untuk menciptakan rasa yang berbeda pada tiap resep, aku memakai margarin dengan merk yang berbeda. Tepung terigu untuk resep yang satu dengan yang lain juga demikian. Mempermainkan kadar terigu sungguh asy ik. Kue A memakai terigu protein sedang, kue B menggunakan terigu protein rendah. Dan kue C protein tinggi.

 Manfaatkan Cemilan Sisa

    Umumnya kita menyediakan kurma dan biskuit untuk mengobati kejenuhan menikmati takjil basah atau gorengan dan buah. Tetapi dua bahan ini jarang tereksekusi sampai habis. Tentunya rasa manis pada kurma bisa jadi pengganti gula. Blender atau potong-potong kecil kurma campurkan keadonan kue.
    Biskuit yang tersisa bisa menggantikan terigu atau sebagai 'busana' kue. Rasanya tidak kalah dengan terigu.

Kue Renyah

    Satu sendok makan maizena pada tiap adonan kue sudah mampu membuat kue renyah. Boleh juga setelah poses mengadon tambahkan satu atau dua sendok makan margarin lalu aduk kembali sampai kalis.

Selamat mencoba.     






    

Kamis, 13 Agustus 2015

KENAPA TOLAK ANGIN?

Siapa yang tidak tahu produk herbal yang satu ini, terkenal dengan slogan "Orang Pintar Minum Tolak Angin". Awalnya saya tertawa mendengar, membaca slogan ini, slogan yang sepertinya mengajak konsumen untuk merasa bodoh kalau tidak meminum Tolak Angin. Penasaran saja, akhirnya saya mulai mencoba dengan setengah yakin meminum tolak angin waktu saya mulai meriang. Dan sungguh saya kali ini tertawa lagi, saya gagal demam setelah meminumnya. Padahal saya meminumnya tanpa keyakinan. Makin penasaran, saya mulai membuka webnya di tolakangin.co.id. Subhanallah ada produk tanpa gulanya! Ini solusi bagi penderita diabetes yang mulai terdeteksi kemunculannya di mana-mana.
dari sejarahnya ternyata Tolak Angin ini telah menemani bangsa Indonesia 100 tahun ...ck ck ck ...pantas saja ketika tante mertua yang tinggal di rumah diantara barang peninggalannya ada Tolak Angin, aih saya kudet dibanding nenek-nenek.
Dan ternyata lagi Tolak Angin juga peduli pada anak-anak, so kalau ada anak yang gejala masuk angin silahkan memilih herbal Tolak Angin untuk anak.
waks kok ngiklan? Bagi saya tidak apa mengiklankan produk yang sudah turun temurun dikonsumsi di negara kita dan malah merambah ke luar negeri. Itu karena memng produknya oke! +Mayoko Aiko 
Alhamdulillah ...lama tidak ngeblog ternyata masih bisa buka akun ini.